Uncategorized

Nasehat Puisi Yoyoh pada Putranya

Wahai putraku..

Hati-hati dengan isu

Jangan percayai setiap yang dikatakan,

Jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat

Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seorang musuh..

Hadapi dengan berbuat baik kepadanya

Tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya

Permusuhan itu berbuah menjadi cinta kasih

Jika engkau diserang orang sementara engkau berada diatas kebenaran

Atau jika engkau diserang dengan kritikan-kritikan buruk..

Bergembiralah.. sebab mereka sebenarnya sedang berkata: “Engkau orang yang sukses dan berpengaruh.”

Sebab, anjing yang mati tidak akan ditendang, dan tidak dilempar kecuali pohon yang berbuah.

Biasakan engkau bersyukur kepada Allah

Cukuplah menjadi alasan untuk bersyukur kepadaNya bahwa engkau dapat berjalan, mendengar, dan melihat!

Bersyukurlah kepada Allah, dan syukuri pula manusia..

Sebab Allah akan menambah orang-orang yang bersyukur

Dan manusia senang saat mendapati seseorang yang diberis sesuatu, Lalu orang itu menghargainya

 

Jangan bergembira sat melihat oranglain terkena musibah

Jangan pula menghina orang karena postur atau penampilannya

Sabab dia tidak menciptkana dirinya

Dan saat engkau menghina orang lain, pada hakikatnya engkau menghina ciptaan dari Dzat yang Maha Mencipta dan Membuat bentuk rupa

 

Jangan bersedih terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan. Sebab kita tidak diciptakan kecuali untuk diuji dan diberi cobaan.. sehingga Allah melihat kita, adakah kita bersabar?

Karena itu, santaikan saja.. jangan keruh hati! Yakinlah, bahwa jalan keluar dekat.

“Jika mendung semakin hitam, pertanda, sebentar lagi hujan!”

 

Jadilah orang yang mulia

Berbanggalah dengan dirimu

Sebagaimana engkau melihat dirimu,

Begitulah oranglain akan melihatmu

Jangan sesekali meremehkan dirimu!

Sebab engkau menjadi besar saat engkau ingin besar

Hanya engkau saja yang memutuskan ia menjadi kecil!

Advertisements
Syair

Berdzikir di Sekeliling ‘Arsy

Tiba-tiba saja aku merasakan semua benda disekelilingku menjadi hidup Tak ada yang mati bahkan tak ada yang diam   Batu-batu hidup Air yang menetes hidup dan berdzikir Udara yang kuhirup hidup dan berdzikir Cahaya matahari hidup dan berdzikir Desau angin hidup dan berdzikir Gunung-gunung hidup dan berdzikir Lautan hidup dan berdzikir Kutoleh semua benda di… Continue reading Berdzikir di Sekeliling ‘Arsy

Uncategorized

Namaku Afifah *dengan F*

Seperti yang sudah tertulis di atas. Namaku Afifah. Dengan huruf F. Dulu, saat baru berkenalan dengan seseorang, aku terbiasa memperkenalkan nama dengan Afifah. Lalu lambat laun, perlahan, mereka mengaku kesulitan untuk terus menerus memanggil dengan nama Afifah. “Banyak huruf F-nya”, katanya. Itu dulu saat aku masih tinggal di Bekasi; yang notabene memang banyak orang-orang Betawi… Continue reading Namaku Afifah *dengan F*