Uncategorized

DTU-MFD: Samaptanya DJPB (Part I, Persiapan)

12 April 2014, Pukul 20.20 WIB

Sebenarnya sudah sejak 3 pekan yang lalu ingin menuliskan “pekan menyenangkan” selama MFD kemarin. Tapi, berhubung waktu itu nggak pegang laptop, jadilah rencana menulis tertunda untuk sementara waktu.

Kata temen-temen, MFD kemarin meninggalkan kesan yang nggak terlupakan. Menurutku sih MFD nggak meninggalkan kesan, tapi amat-sangat-meninggalkan-kesan-yang-nggak-terlupakan-sekali. Haha. Banyak pengalaman baru di diklat yang satu ini.

Berawal dari pengumuman yang tiba-tiba di suatu hari saat kami sedang khidmat menjalani On the Job Training. Kelompok III sedang melaksanakan OJT di KPPN Khusus Pinjaman dan Hibah saat pertama tahu bahwa kabarnya akan dilaksanakan yang namanya MFD: Mental, Fisik, dan Disiplin.

Pertama dengar namanya saja, aku jadi sedikit ciut. Bagaimana tidak, kabarnya, MFD ini akan seperti samaptanya DJBC, cuma dari segi waktu saja yang membedakan: bahwa kami lebih singkat, hanya satu pekan. But it’s okay. Bukan Afifah namanya kalo melempem. Yeah. The show must go on.

Ada satu hal yang mengganjal di hati pertama dengar tentang MFD ini: tentang pakaian. Harus mengenakan apa aku nanti saat MFD? Kabarnya akan dibagikan dua set seragam outdoor dari instansi dan itu wajib dipakai selama sepekan pelaksanaan MFD, sama persis seperti samaptanya DJBC dimana seragam harus dikenakan karena seperti itulah aturannya. Lalu, apakah aku harus pakai pakaian itu juga? Bisakah tetap mengenakan rok? Allah, please protect and guide me..

Konsul sana sini sama mbak-mbak ikhwah (yang memang sudah lebih dulu melalui samapta), sama MR, sama ummi, terkait satu hal ini. Konklusinya: aku harus kuat. Kata ummi, “Kalau memang harus pakai pakaian dari instansi dan pakai rok justru akan membahayakan  keselamatan diri, insyaaAllah nggak papa mbak. Dalam suatu shirah disebutkan bahwa Rasulullah tersenyum melihat seorang wanita jatuh dan auratnya tidak terbuka karena pakai celana panjang, kemudian Rasulullah membenarkan wanita tersebut. Kalau memang situasi yang mengharuskan seperti itu, nggakpapa. Bismillah, mbak.. istighfar.. darurat.. insyaaAllah diperbolehkan. Kadang-kadang hal seperti itu dibutuhkan untuk melatih mental mempertahankan hidup dan tidak mudah menyerah terhadap keadaan. Meski berat, insyaaAllah bermanfaat. Nikmati ya mbak, belajar hidup dalam kondisi apapun”. #FYI, sejak kecil ummi adalah orang yang sangat memperhatikan kami anaknya dalam hal pakaian. Sejak kecil beliau mengajarkan kami bagaimana seorang muslimah seharusnya berpakaian*

Alhamdulillah. Jadi lega dengar nasihat ummi. Allah, mudahkan dan lindungi kami..

MFD makin hari makin bikin penasaran. Kupikir, kapan lagi coba, bisa tiarap guling-guling di tanah kalo bukan di kegiatan macam MFD ini. Haha #buggg. Tapi btw, dalam hal setertarik apapun kita pada suatu hal, segalanya tetap ada batasnya. Untuk hal yang berkenaan erat dengan syariat -pakaian misalnya- harus difikirkan terlebih dulu. Harus dipastikan segalanya tetap berjalan sesuai koridorNya. Ini terkait aturan dari Allah, Sang Penggenggam Dunia. Kita tentu nggak bisa sekehendak kita sendiri, kalau mau disayang sama Allah. Kebebasan tetap berbatas. Tentu Allah bukan bermaksud menyulitkan kita terkait hal ini. Justru, ingin menguji kita, memfasilitasi pembuktian iman kita: kita mau nggak? Sanggup nggak? Rela berkorban nggak? Kalau lolos, surga balasannya, insyaaAllah. Siapa sih yang nggak mau jannahNya Allah? T^T

Akhirnya, hari itu tiba. Hari keberangkatan menuju Gadog, Puncak, Bogor. Bersama dengan teman-teman, kami bertemu di Stasiun Djuanda untuk kemudian berangkat bersama-sama menuju Bogor.

Bismillah, MFD, i’m coming!

Semoga selalu dalam lindungan Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s