DJPB

Huge Thanks to All DJPBers ‘13

Ahad malam, 24 Agustus 2014.

Tempo hari, segalanya serba mendadak.

Jarkom kumpul mendadak. SK Penempatan mendadak. Bebas tugas mendadak.

Kurang lebih sepekan lalu, tepatnya Senin malam tanggal 18 Agustus sekira jam 19.30 WIB tanpa sebelumnya ada surat resmi atau kabar burung apapun kami dapat jarkom dadakan: “Besok pagi kumpul jam 07.30 di Gedung Ex-MA.

Deg.

Gedung Ex-MA adalah gedung bersejarah buat kami, DJPB ’13. Dulu pertama kali dikumpulkan satu angkatan pasca pemberkasan, di Gedung Ex-MA ini. Seiring waktu selama sepuluh bulan menjalani magang, setiap ada hal penting apapun yang hendak disampaikan pihak Setditjen pada kami satu angkatan, kami dikumpulkan di Ex-MA. Maka ketika ada jarkom kumpul di Ex-MA Senin malam lalu, kami menduga-duga. Mungkinkah sekarang waktunya? Mungkinkah?

Jantung berdegup kencang malam itu.

Berdoa semoga apapun esok adalah yang terbaik dari Allah.

Esok paginya, saat memasuki gedung Ex-MA..

Susunan kursi di gedung tersebut dijejer tidak seperti yang biasanya menghadap podium depan. Hari itu, kursi disusun melingkar. Sejak MC membuka acara, hingga Bapak Kepala Administrasi Kepegawaian dan Bapak Sesditjen memberi sambutan awal dan berbicara, belum ada singgungan sama sekali tentang SK Definitif. Semuanya masih buram tentang hendak apa kiranya kami dikumpulkan hari itu.

“Mungkin cuma pembagian SK CPNS; mungkin cuma satu dua pengarahan penting; mungkin cuma halal bihalal..”

Baru diakhir saat pembacaan do’a, redaksi dua kata keramat itu akhirnya disebut juga oleh sang Pembaca Doa: “Ya Allah, hari ini adalah hari dimana Pengumuman SK, maka berkahilah kami..”

Ternyata.

Hari itulah waktunya.

Satu persatu kami diminta maju kedepan untuk menerima amplop SK pengumuman definitif. Dan akhirnya tiba waktuku dipanggil..

Maju kedepan, tanda tangan, serah terima amplop keramat – SK Definitif.

“Afifah Az Zahra — Pelaksana pada KPPN Tipe A2 Tanjung Pandan, Belitung”

Hening.

“Gapapa pip. Waah. Asik kok disana. Sama ada penerbangan langsung kesana lho.” seorang kawan sumringah menyemangati. Salah seorang Pelaksana Setditjen yang kebetulan ada di samping tepat ketika membuka amplop SK langsung memberikan kontak Kasubbag Umum KPPN Tanjung Pandan, Pak Chairul Anwar.

“Hubungi langsung saja mbak pak Chairul. Nanti saya sms juga beliau ya.”

Soundtrack Laskar Pelangi terngiang-ngiang ditelinga.

“Menarilah dan terus tertawa…”


Flashback kebelakang

Campur aduk rasanya waktu pertama kali tahu ditempatkan di instansi ini. Rasa kebertanyaan menggumpal dikepala.

Aku sudah hafal betul segala sepak terjang mutasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pasalnya, Abi juga adalah seorang pegawai di Direktorat Jenderal tersebut. Maka dulu di masa-masa penuh pertimbangan saat polling pemilihan instansi, DJPB sudah masuk dalam blacklist pribadi bersama 2 instansi lain. Dari sebelas instansi yang sebenarnya tersedia, maka dengan blacklist tiga instansi, bagiku hanya tersisa delapan. Aku memilih tiga dari delapan instansi yang ada. Sejujurnya instansi yang kupilih adalah instansi-instansi pusat. Mengapa? Simpel, supaya bisa settle. Meski jakarta panas banjir macet dan segala hal lain yang memenatkan kepala, aku siap. Yang penting bisa settle, membangun keluarga; doaku.

Tapi senyatanya, DJPB-lah yang Allah gariskan untukku. Ribuan pertanyaan menghunjam di kepala waktu itu. Bagaimana bisa sudah sebegininya aku menghindari instansi itu, tapi tetap ditempatkan disana? Apa sejatinya penentu instansi? Benarkah murni TKD? Jika ya, tolong jelaskan padaku, mengapa dengan skor TKDku yang sudah cukup, aku tidak mendapatkan pilihkanku? Mengapa banyak kawan yang skornya dibawahku justru bisa mendapatkan pilihan pertama mereka? Sebeginikah? Haha.

Well, no more bahas TKD.

Ini garis Allah. Ketetapan Allah.

Seberapapun upayamu, seberapapun hasil TKDmu, kalau Allah sudah menentukan bahwa kamu akan masuk di instansi X atau instansi Y, maka kesanalah gayung akan bersambut. Pernah dengar cerita ada anak akuntansi yang dengan kesadaran penuh memilih DJPB saat TKD tapi tidak mendapatkan kesempatan masuk DJPB? Dia malah ditempatkan di instansi DJP, instansi yang sama sekali tidak dipilihnya. Spesialisasinya akuntansi, bukan pajak atau PBB. Bagaimana bisa? Nah, masih banyak cerita yang tak biasa yang bahkan oleh beberapa gelintir orang tidak bisa diterima. Ya, inilah maksudku garis Allah. Qadar Allah.

“Ridhalah terhadap segala apa yang Allah karuniakan kepadamu, niscaya kamu menjadi manusia yang paling kaya.” (H.R Tirmidzi)

Hari ke hari mulai bisa menerima dengan lapang.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan, bukan aku yang memilihmu; tapi Allah yang memilihkanmu untukku.


Aku mulai nyaman dengan segala apa yang ada di DJPB, dengan segala ritme kerjanya, dengan kehangatan kantornya, dan, terutama dengan kawan kawan dan kebersamaannya setelah segala apa yang kami lalui; hingga tak sadar bahwa kami cuma sementara disini. Ada sesuatu bernama SK Definitif yang akan jadi pemutus segala kebersamaan.

Rabu sore tepatnya sehari setelah pengumuman SK definitif, kami mendapatkan informasi dari Setditjen bahwa esoknya, Kamis 21 Agustus adalah hari terakhir kami resmi mengabdi pada kantor sementara. Maka resmi terhitung mulai Jumat 22 Agustus kami dibebastugaskan, hingga 15 September 2014, tanggal lapor di kantor baru: KPPN Tanjung Pandan, Belitung.

Segalanya serba mendadak.

Semakin hari rasanya semakin tak terkejar waktu buat kebersamaan. Tak lama lagi harus berangkat menuju Belitung, hanya berdua sama satu kawan: Lani. Mungkin ini waktunya untuk mulai membiasakan diri hidup lebih mandiri dengan segala keadaan yang sama sekali baru.

Nabire, Barabai, Tahuna, Raha, Kutacane, Rengat, Kolaka, Ternate, Gorontalo. Teman-teman lain akan tersebar diseluruh Indonesia dari timur hingga barat.

Selalu terkesan menekuri momen sepekan lalu di gedung Ex-MA pasca amplop SK Definitif dibagikan.

“Dapet penempatan mana?” “Raha nih” ujarnya tersenyum lebar.

“Kamu dapet mana, Ja?” “Filipina –Tahuna, red” sambil cekikikan.

“Gimana KPPN mana?” “KPPN Barabai~” jawabnya tertawa lepas.

Aku bahkan masih ingat betul ekspresi mereka.

Puluhan tanya-jawab sejenis. Sepatah tanya yang selalu dibarengi dengan jawaban penuh tawa, penerimaan utuh.

Takjub. Kawan-kawanku memang orang-orang yang luar biasa.

Bangga bisa mengenal kawan-kawan yang hebat di instansi ini. Banyak teman-teman yang inspiring. Jumlah kami sedikit, tapi semoga kami selalu berupaya memberi kontribusi terbaik yang kami mampu.

Terimakasih banyak untuk seluruh keluarga DJPB ’13. Terkhusus Miserabl3, Jakdu Family, DJPBGirls. Gilang Meity Taufik Adith Syifa Anas Unge Nova Oka Yusa Raja Jean Cahyo Bagus Ady Clement Chiltry Pantun Deasy Wahyu Wawan Oci Dimas Dhinar Wayan Rocky Adi Wahyu Yayan Nisa Tata Dian Jeany Putri Gita Iza Nurul Iche Zakiyah Lani Emil, semuanya. Juga, terimakasih untuk pejabat DJPB ’13: Ady dan Ichsan yang sudah berusaha do their bestbuat memberikan yang terbaik pada kami satu angkatan.

Sepuluh bulan bukan waktu yang sebentar untuk mengukir memori.

Terimakasih untuk masa-masa penuh senyum dan pembelajaran. Terimakasih untuk seluruh kesan dan keceriaan.

Maafkan setulus hati jika temanmu ini banyak bikin salah T___T

Semoga, meski kita kelak terpisah pulau, masih diberikan kesempatan Allah untuk bertemu, entah kapan. Keepin touch, semoga silaturahim tetap terjaga. Kita masih satu Indonesia kok XD.

Semoga kita selalu dalam kondisi terbaik, apapun suasananya. Terbaik, setidaknya dalam rasa. Ini sepenuhnya soal bagaimana kita memandang persoalan. Bahagia atau sedih tak lebih dari gambar yang kita ciptakan dalam kepala.

Once more, huge thanks for everything, DJPB ’13.

You taught me much.

Hati-hati di tempat baru nanti. Semoga selalu dalam pelukan Allah. Selamat mengabdi. Tunggu hasil share foto dari Bumi Laskar Pelangi ya. Ditunggu juga foto-foto terbaik dari kota eksotis kalian 🙂

DJPB 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s