Harapan

Belitung dan NH

Hari ini, tepat sebulan saya tinggal di Belitung, dan saya rindu NH –Nurul Hikmah Ciputat, red-

NH adalah cita. NH adalah cinta.

Kalau saya diizinkan memilih dan menentukan masa depan saya sendiri, kemana saya hendak berlabuh pasca lulus kuliah, tanpa pikir panjang saya akan mengabdi di NH. NH adalah sebuah kebahagiaan sekaligus keterbutuhan. NH adalah rumah kedua. NH adalah keluarga.

Bahwa segalanya telah saya rancang dengan matang jika saya memutuskan keluar dari ikatan dinas. Di Nurul Hikmah, saya mendapatkan segalanya: yang saya cintai, inginkan, sekaligus saya butuhkan. Kebahagiaan ruh dengan fokus menghafal quran, ketergapaian passion dengan bisa mengajar anak-anak, sekaligus tetap bisa bekerja dan memperoleh penghasilan. Perpaduan cita-cita, passion, sekaligus kebutuhan yang terikat menjadi satu. Belum lagi ditambah dengan lingkungan NH yang sangat menyenangkan: citarasa qurani yang kental, teduh, sekaligus penuh tawa. These all desc is really all i want in my life.

Tapi inilah hidup. Tak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan. Selalu ada pengorbanan. Selalu ada cinta dibaliknya. Saya memutuskan untuk tetap pada ikatan dinas ini, merangkai kebahagiaan ummi melihat anaknya bisa menjadi seorang PNS.

Hari ini, tepat sebulan saya tinggal di Belitong, dan saya rindu NH: cita yang sesungguhnya.

Semoga kelak Allah kan dekatkan dengan lingkungan yang baik, lingkungan pengganti NH.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s