Tafakur

Hujan Seharian di Belitong

Belitong, Ahad, 16.11 WIB

Seharian ini Belitong diguyur hujan; mengharuskan kami tetap di dalam kontrakan kecil ini, bertafakur, mensyukuri nikmat Allah.

Rasanya sudah lama sekali semenjak terakhir kali menikmati hujan deras seharian. Benar2 seharian tanpa jeda meski hanya lima menit. Entah kapan, aku bahkan sudah lupa. Melihat hujan gemericik deras di luar kontrakan membuatku syahdu mengamati, terpekur dalam. Teringat masa2 kecil dulu, saat hujan deras adalah momen menggembirakan bersama teman2. Berhujan2 dibawah derasnya kucuran air, tertawa lepas, berlari2 ke sekeliling komplek, dan pulang mengendap2 dengan baju basah kuyup sambil harap2 cemas khawatir dimarahi ummi.

Merindui momen itu.

Tapi di saat apapun, satu momen di satu waktu hanya selalu akan terjadi sekali. Tak akan pernah terulang. Masa kecil yang membahagiakan itu, tak akan pernah terulang lagi. Maka termasuk juga masa-masa saat ini. Semuanya, kelak di masa depan hanya akan jadi  lembar masa lalu. This too will pass.

Hujan di hari ini menjadikanku berkontemplasi kembali. Sebagaimanapun bahagianya atau sedihnya momen di satu waktu, segalanya akan berlalu. Segalanya kelak hanya akan menjadi kenangan.
Maka aku tahu bahwa aku harus menjadikan hari-hariku di Belitong ini menjadi hari penuh kesyukuran, penuh keberkahan. Sebab hari ini pun di masa esok lusa hanya akan menjadi masa lalu. Dan aku tahu, aku harus menjadikan masa laluku menjadi hari penuh kebahagiaan dan torehan penuh prestasi. Agar kelak menjadi pelajaran. Agar kelak menjadi kesyukuran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s