Sharing

Jenuh? You Have to Fix it.

Belakangan ini ceritanya sedang ada di kondisi yang nggak biasa. Bersyukur, fisik masih dikaruniai kesehatan. Alhamdulillah. Tapi satu hal yang sangat disayangkan belakangan adalah, sekarang mudah sekali lelah. Sangat amat lelah.

Pekerjaan di kantor tidak banyak. Kebanyakan pekerjaan rutin dan sebagian kecilnya case yang harus diselesaikan dengan konsultasi sana sini –dan saya suka part ini. Rata-rata, pekerjaan memang menuntut untuk bekerja di depan PC. Nggak lelah, kedengarannya. Tapi saya mungkin lain cerita. Saya, justru menjadi orang yang sangat lelah ketika harus dihadapkan seharian dengan PC.

Sejak SD sampai usia bekerja, berkali-kali tes VAK (Visual Auditori Kinestetik, red), semacam metode pengenalan untuk mengetahui karakter seseorang atau cara dominan dalam belajar, hasil tesnya tak pernah berubah: saya dominan Kinestetik. Kinestetik berarti bergerak. Dalam hal metode belajar, si tipe Kinestetik akan sangat cepat belajar dan menangkap kalau ia bergerak, praktek, dan terus mencoba langsung. Bahkan dalam hal membaca pun, si Kinestetik ini nggak bisa diam lama. Dia pasti gerak-gerakin pulpen, mengubah posisi duduk, atau tengok sana-sini buat sekedar mengusir rasa bosan. Katanya seperti itu. Saya sendiri kalau ada pelajaran yang mengharuskan untuk menghafal, harus berjalan atau minimal duduk yang banyak bergerak sambil lihat pemandangan yang juga bergerak. Bukan apa-apa, karna kalau sebatas duduk manis lalu diam termangu pada hafalan, hasilnya jelas: dalam lima menit bosan lalu bablas ketiduran -_-

Nah. Pekerjaan di kantor yang mengharuskan banyak duduk di depan PC inilah, yang mungkin sedikit banyak jadi faktor pemicu lelah. Entahlah bagaimana dan kenapa detailnya. Tapi memang, yang dirasa jadi jenuh dan cenderung hilang semangat. .

Satu hal yang saya tahu adalah: I have to fix this one. Meskipun saya kinestetik dan jenuh harus berhadapan dengan PC seharian, saya harus berupaya buat menyelesaikan hal ini. Jadi gimana caranya supaya nggak gampang lelah dan tetap bisa bahagia bekerja di kantor? Here it is some of my little efforts.

  1. Perbanyak gerak

Alhamdulillah ditempatkan di Seksi Bank: Middle Office dan Front Office. Ini mengharuskan buat bolak balik depan belakang dalam hal kerjaan. Nggak melulu di dalam, nggak melulu di depan. Alhamdulillah dengan ini jadi banyak jalan, banyak gerak. Nggak cuma duduk diam di satu tempat. Dan karena memang sejak awal meniatkan buat memperbanyak berjalan dan bergerak, jadi sangat menikmatinya. Saya sengaja banyakin jalan dan gerak. Contoh sederhana, alih-alih ambil hasil print out di Middle Office PD lewat jalur dekat, saya milih jalur yang sengaja agak muter dulu. Atau, alih-alih ambil stempel di meja seksi Bank sendiri, saya pilih jalan sedikit ke ruang sekretaris buat pinjem stempel sekretaris sebentar. Huehe. Keliatan kurang kerjaan? Mungkin. Tapi ini menyenangkan. Dan saya menikmati. Ini yang terpenting.

  1. Stratching

Stratching ini bisa dilakukan sambil berdiri atau sambil duduk. Fleksibel. Sesekali meregangkan kepala, tangan, kaki. Kalau butuh buat lebih banyak stratching kita juga bisa sementara ke belakang to take a little time, dan kemudian stratching dimulai. Sesekali ngadep PC sambil berdiri juga nggak salah. Sesekali aja kok. Dan, jangan lama-lama. Terlalu lama duduk nggak sehat, sista. Jadi nggak salah kan buat sesekali berdiri?

  1. Senyum, apapun kondisinya.

Jenuh menghadapi pekerjaan rutin atau datar karena dijejali pekerjaan bukan jadi rasionalisasi buat kehilangan motivasi bekerja. Keep up your hopes high. Seringkali, pola yang harus dibenahi lebih dahulu adalah dari diri sendiri. Barangkali diri yang kurang bisa menyesuaikan. Barangkali diri sendiri yang kurang menggali segala kebaikan yang tersimpan di dalamnya. Senyum, sedikit banyak bisa meringankan beban. Bukan karena bahagia lalu kita tersenyum. Seringnya, yang terjadi adalah sebaliknya: karena kita senyumlah maka kita bahagia.

Nah, itu tadi sedikit upaya yang akhirnya coba saya lakukan supaya tetap senang dan bahagia di kantor. Terlalu banyak duduk yang membuat kita cepat lelah atau tidak sesuainya tipe pekerjaan dengan renjana kita yang kemudian membuat kita cenderung jenuh bukan jadi alasan buat nggak bersyukur. Bersyukur, bisa bekerja di tempat ini dan diberi kesempatan untuk berkiprah di dunia pemerintahan. Juga bersyukur, bisa mengabdi di instansi ini dan memperoleh penghasilan layak sehingga bisa berbagi dengan orang lain.

Alhamdulillah. Selalu ada ruang untuk kesyukuran. Selalu ada ruang untuk kebahagiaan.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s