Sharing · Tafakur

Syukur yang Menyubur

Hari ini, aku berada pada suatu tempat yang berbeda dari tempat yang kudiami sebelumnya. Hari ini, suasana lingkungan, kantor, rumah, berbeda segalanya.

Ada sewujud rasa keterasingan. Tapi juga kebahagiaan.

**

Dalam beberapa jenak aku menjadi hening.

Izinkanku merunduk, meresapi tiap rasa dan denyut nadi kebahagiaan, mensyukuri tiap jentik ruas kehidupan yang baru saja kurasai beberapa masa belakangan ini.

Izinkanku bertafakur, berterima kasih penuh pada Allah atas segala karunia yang tak pernah habis Ia karuniakan padaku, pada hamba yang bukan siapa siapa ini.

Izinkanku bersyukur; diliputi dengan hati dan jiwa yang dipenuhi dengan kebahagiaan yang berlumur.

Kini, kesyukuran dan kebahagiaan itu terus melebur dan menyubur hingga memenuhi jiwa dengan bunga-bunga yang terus tumbuh setiap harinya. Tahukah engkau mengapa? Karena kini telah ada seseorang yang shalih lagi penuh cinta yang mendampingi hidupku dari hari ke harinya.

Bunga-bunga di dadaku tumbuh di setiap sudut, seluruh sisi. Awalnya kecil, semakin dirawat makin membesar, makin memekar, indah dipandang. Bungaku, bunga kebahagiaan. Bungaku, bunga Affan.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s