Sharing

Lusa

“Sudah, kemarin lusa.”

Mungkin kita sering mendengar orang-orang di sekeliling kita menyebutkan kata unik ini: kemarin lusa.

Selaku pendengar kita mungkin memaknai kemarin lusa sebagai sesuatu yang artinya: kemarin lalu kemarinnya lagi, alias dua hari yang lalu.

Tapi ada nggak di antara kita yang sedikit merasa aneh atau nggak wajar dengan perpaduan kata ini. Apakah sudah benar? Apakah sudah sesuai?

Mari kita lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Lusa.
lu.sa n hari sesudah besok; hari yang ketiga sesudah hari ini.

Nah ini dia.

Melihat dari definisi KBBI, kita jadi tahu bahwa lusa (hanya) berdefinisi hari sesudah besok. Tidak ada hari sesudah kemarin. Ini yang perlu digarisbawahi.

Sehingga, secara sederhana kita bisa menyimpulkan bahwa redaksi kata kemarin dan lusa tidak bisa dipadankan. Kemarin (hari yang lalu) tidak bisa dipadankan dengan lusa (hari sesudah esok), karena bisa membuat maknanya jadi blunder, muter-muter.

Kemarin kok lusa? Lusa kok kemarin?

🙂 ♥

Yuk kita sama-sama belajar berbahasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s