Calon Ibu · Sharing

First pregnancy experience..

Dulu, dulu sekali.. Sering cuma mendengar cerita orang-orang di luar sana kalau hamil di trimester satu agak menantang. Mual, dan muntah-muntah di pagi hari.

Alhamdulillaaah. Sekarang giliran saya yang merasakannya. Bersyukur dikaruniai kesempatan Allah untuk mengandung.

Kehamilan di trimester awal yang penuh tantangan. Mual dan muntah yang tidak cuma di waktu pagi, tapi sepanjang hari. Pagi, siang, malam. Dan ternyata, paling memberatkan saat trimester satu justru bukan di poin mualnya, tapi di efek dominonya. Mual dan muntah cuma pemicu awal, yang pada akhirnya membawa pada efek panjang rasa sakit yang bertumbuh dan stabil di tubuh.

Metabolisme tubuh terus berjalan dan membutuhkan energi dua kali lipat karena sudah ada janin yang membutuhkan energi melalui amunisi yang dikonsumsi ibunya, tapi justru semua makanan tertolak oleh perut. Asam lambung naik. Mulut pahit. Sensitif terhadap bau-bau masakan. Harus berjuang sekuat tenaga untuk sekadar bisa memasukkan makanan ke mulut karena kehilangan nafsu makan. Tetapi pada nyatanya, setelah berjuang melawan hasrat “benci” makanan, toh saya harus memuntahkan hampir semua apa-apa sudah dimakan. Tidak ada apapun yang bisa masuk. Hasilnya, muntah-muntah, lemas, kepala berdenyut-denyut sakit, dan badan yang terus kedinginan. Saya tidak punya tenaga untuk sekadar menegakkan kepala. Sesekali, shalat terpaksa harus duduk karena tidak mampu berdiri. Seluruh keadaan yang dirasakan saat trimester satu ini mengingatkan saya pada sakit gejala typus saat kelas 2 SMA dulu, sembilan tahun yang lalu. Gejala yang dirasakan menyerupai keadaan saat itu. Trimester awal, benar-benar berada di titik terlemah dalam masa yang agak panjang.

Tapi kalau sudah berada di titik seperti itu, saya buru-buru menepis semua pikiran buruk yang mungkin tumbuh. Betapa kehamilan adalah satu hal istimewa yang hanya dikaruniakan kepada kaum wanita. Allah menjanjikan banyak ganjaran dalam masa kehamilan kalau kita berkenan taat dan bersabar.

” Wanita yang sedang hamil dan menyusui sampai habis masa menyusuinya, seperti pejuang di garis depan fisabiilillah. Dan jika ia meninggal di antara waktu tersebut, maka sesungguhnya baginya pahala mati syahid” (Hadits Riwayat Thabrani).

Masya’aaAllah, Alhamdulillaah.

Bersyukur dikaruniai kesempatan Allah untuk mengandung dan menjaga sebuah janin dalam rahim ini. Mudah-mudahan Allah limpahkan selalu penjagaanNya dan kasih sayangNya.

Bismillah ya nak. InsyaaAllah sehat selalu.

Walaupun sedikit saja makanan yang bisa masuk ke tubuh Bunda, Bunda tahu bahwa kamu akan tetap baik-baik saja.

Sebab Allah yang telah menciptakan rasa sakit ini pada diri seorang wanita hamil, maka Bunda yakin, Allah juga yang akan memberikan perlindungan dan penjagaannya kepadamu dan kepada Bunda.

Sehat selalu di dalam ya sayang. Sebab selalu ada Allah di sisi kita yang Mahapenyayang.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s