Calon Ibu

Menyapamu, kesayangan kami berdua..

Assalamualaikum, Nak.

Bagaimana kabarmu di dalam sana?

Sehat selalu ya Nak.

Usia kamu saat ini di kandungan memasuki 12 pekan. Artinya, Bunda hampir melewati masa trimester awal kehamilan. Kamu tahu, Nak? Dulu, Bunda hanya bisa mendengar cerita orang-orang tentang bagaimana menantangnya kehamilan di trimester pertama. Tentang mualnya, tentang lemasnya, atau muntahnya. Bunda sekarang benar-benar merasakannya. Seluruh sindrom kehamilan trimester pertama sudah bunda lalui. Tentang mulut yang pahit seperti orang sakit. Tentang badan yang lemah dan semakin melemah. Tentang badan yang jadi lebih mudah kedinginan. Tentang fisik yang tak lagi kuat lama-lama berdiri meski hanya lima menit. Dan, ini masih ditambah dengan perut bunda yang mual. Semua yang sudah susah payah bunda masukkan ke mulut bunda, pada akhirnya harus berakhir menyedihkan: keluar hampir seluruhnya. Seolah makanan-makanan itu ada yang mendorong paksa dari dalam perut sana untuk dikeluarkan.

Nak, bunda minta maaf ya.

Di trimester ini bunda belum bisa memberikan nutrisi terbaik untukmu. Bunda ingin tetap bisa makan sehat. Sayur, homemade food, buah. Tapi pada nyatanya, bunda pilih-pilih sekali makanan. Tidak semua bisa bunda makan. Apalagi kalau itu berkaitan dengan aroma bawang. Kamu tahu Nak, hampir seluruh masakan dibuat dengan bahan dasar bawang. Walhasil, bunda kesulitan makan sayur sehat sebagaimana seharusnya bunda makan. Tak jarang juga, buah, jus buah, atau susu, keluar dengan mudah dari perut Bunda setelah Bunda meminumnya. Bunda minta maaf ya, Nak. Inilah perjuangan. Hidup adalah perjuangan. Dan ini adalah bagian kecil dari perjuangan itu. Perjuangan awal mengandungmu karena ini baru awal.  Bunda janji, bunda akan terus berusaha memberikan yang terbaik untukmu.

Nak, kamu tahu?

Bunda bersyukur ayah banyak memahami bunda di masa-masa ini. Mengantar ke kantor, menyusul bunda ke kantor di siang hari dan menemani makan siang karena Ayah tahu kalau Bunda sulit makan, sampai selalu menawarkan makanan yang sekiranya Bunda bisa makan. Bunda bersyukur dikaruniai pendamping hidup seperti Ayah, nak. Kelak, berjanjilah untuk menyayangi sepenuh hati Ayahmu ya nak. Ia sudah begitu banyak mencurahkan cintanya padamu dan pada ibumu. Berjanjilah pada bunda untuk terus mencintainya. Sebab ia telah mencintai kita tanpa syarat.

Ohya Nak.. Rasa-rasanya, Bunda tidak sabar menunggu kehamilan di pekan ke 16 nanti. Pekan ke 16 kelak, jadwal check up rutin bertemu dokter kandungan. Di sana Bunda melakukan pemeriksaan USG. Bunda dan Ayah bisa melihatmu bergerak-gerak lincah lewat layar USG sana. Bahagia sekali rasanya Nak. Rasanya, semua rasa sakit dan lemah Bunda terbayar sempurna dengan bisa melihatmu lincah bergerak-gerak di dalam sana.

Sudah dulu ya sayang, sehat selalu di rahim Bunda..

Dari Bunda dan Ayah yang merindukanmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s