Pregnancy · Sharing

Sekolah Quran Ibu Hamil #4: Perkembangan Imunitas Tubuh pada Janin dan Wanita Hamil

Perkembangan Imunitas Tubuh pada Janin dan Wanita Hamil

Oleh:  dr. Iin Nor Chozin, Sp.P.

Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu sekadar main-main saja, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami..” (QS Al Mu’minun: 115)

Allah menciptakan manusia bukan tanpa tujuan. Penciptaan manusia dilakukan oleh Allah melalui perantara seorang wanita yang hamil hingga sampai dengan empat puluh minggu.

Nah, ketika kita berbicara tentang wanita hamil, sebenarnya kita juga sedang berbicara tentang sel imunitas yang bergeser secara menakjubkan.

Pergeseran Sel Imunitas Manusia

Pernah mendengar cerita tentang transplantasi hati?

Ketika ada seseorang yang butuh transplantasi hati, maka tidak semua orang dengan mudahnya bisa memberikan hatinya untuknya. Transplantasi hanya bisa dilakukan oleh kerabat, wabilkhusus keluarga terdekat. Bisa ayah, ibu, atau saudara kandung. Tetapi ini tidak pernah menjamin bahwa transplantasi dapat dengan lancar dilakukan karena peluang perbedaan tetap tinggi, peluang rejection tetap besar. Bahkan jika ia memiliki saudara kembar dan dilakukan transplantasi, ini tidak memastikan bahwa ia dapat menerima transplantasi dari saudara kembarnya.

Pada prinsipnya, donor organ dalam atau transplantasi yang dilakukan dalam dunia medis selalu menimbulkan risiko rejection sebagaimana disebutkan di atas. Termasuk jika organ yang didonorkan memiliki tingkat perbedaan yang minim, misalnya dari keluarga dekat. Sehingga dalam hal ini, donor hati dari keluarga, meski yang termirip sekalipun, akan tetap menimbulkan peluang penolakan alamiah dari tubuh. Yang perlu diketahui adalah setiap orang yang telah melalui transplantasi hati, harus meminum obat tersendiri agar ia bisa tetap bertahan hidup, untuk meminimalisasi rejection. Apa yang terjadi jika ia tidak mengkonsumsi obat? Sel imunitas tubuhnya akan menolaknya, karena secara alamiah ada dua organ yang sedang berpadu, dan salah satu bagian dari organ tersebut bukan “miliknya” serta dianggap sebagai benda asing, sehingga yang terjadi selanjutnya adalah rasa sakit yang luar biasa. Obat secara intensif harus diminum demi sebuah kondisi dimana organ dapat menerima organ hati yang tadi ditransplantasikan.

Inilah yang terjadi jika dua organ berpadu. Penolakan alamiah tubuh. Meski itu merupakan organ dengan kemungkinan termirip sekalipun.

Tetapi pernahkah memperhatikan? Bahwa ini tidak terjadi saat bergabungnya sperma dan sel telur dimana keduanya merupakan gabungan dari dua organ yang berbeda. Janin merupakan gabungan dari dua manusia yang berbeda. Berbeda ayah, berbeda ibu, berbeda organ. Tetapi rejection dan penolakan dari dalam tubuh tidak pernah ada. Secara teori medis, penolakan dari dua organ yang berbeda akan selalu ada, organ apapun itu. Tetapi suatu pengecualian berlaku bagi sebuah proses penggabungan sperma dan sel telur, meski dari dua manusia yang berbeda. Mengapa? Karena sel imunitas telah bergeser. Demikian dunia medis menyatakannya. Siapakah yang telah menetapkan sedemikian rupa jika bukan Allah yang Mahamenciptakan. MasyaaAllah.

Penyiapan Kondisi Terbaik Janin

Untuk menyiapkan janin dengan kondisi terbaik, siapkanlah suatu pengkondisian hati yang juga terbaik.

Dalam dunia medis, dikenal sebuah istilah yang dinamakan Epigenetic dan Metilasi. Silakan untuk cari tahu.

Penting untuk diketahui bahwa sikap buruk selama kehamilan memungkinkan terjadinya metilasi. Menjadikan gen yang terbentuk tidak sempurna dan gagal melakukan pengkopian DNA. Janin tidak sempurna terbentuk karena gagal melakukan pengkopian DNA ibu bapaknya. Istilah awamnya: banyak tambalan.

Maka siapkan suasana hati terbaik.. untuk menjadikan gen-gen dalam rahim kita berhasil mengkopi DNA kita dengan sempurna. Siapkan penyikapan hati terbaik, untuk menjadikan janin kita non-metilasi. Selalu berupaya untuk positive thinking dan positive feeling.. karena selain agar tidak terjadi metilasi, juga agar kelak anak kita menjadi pribadi yang selalu memiliki sikap terbaik sebagaimana ibunya dulu telah mencontohkan saat periode kehamilan.

Demikian, semoga bermanfaat.

Sumber: Sekolah Quran Ibu Hamil (SQH) Malang – Angkatan I

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s