Pregnancy · Sharing

Sekolah Quran Ibu Hamil #5: AL QURAN DAN IBU HAMIL

Al Quran dan Ibu Hamil

Oleh: dr. Rita Rosita, M.Kes.

Prinsip awal yang harus dipahami adalah:

Dzaalikal kitaabu la raiba fiih.

“Tiada keraguan dalam AlQuran”

Alquran telah menerangkan tentang penciptaan manusia:

“Dan kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.. “(QS Luqman: 14)

Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ruh (ciptaan) Nya ke dalam tubuhnya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, tetapi sedikit sekali kami bersyukur” (QS As Sajdah: 9)

Dari ayat di atas, kita dapat memahami bahwa penciptaan manusia terdiri dari:

  • Penciptaan jasad
  • Peniupan ruh

Yang perlu digarisbawahi adalah: penciptaan fisik seperti organ tangan, kaki, kepala, disempurnakan terlebih dahulu baru kemudian peniupan ruh.

Lalu bagaimana dengan jantung yang sudah berdetak di pekan awal kehamilan sebagaimana kita bisa mendengarnya melalui USG? Apakah berarti belum ada ruh mengingat ruh baru ditiupkan di bulan ke empat? Nah, yang bisa diketahui disini adalah, organ yang disempurnakan oleh Allah di pekan dan bulan awal kelahiran memang sudah hidup, sudah bekerja dengan secara menakjubkan, tetapi gerakan itu adalah gerakan difusi. Sedangkan peniupan ruh, maksudnya adalah fungsi indra. Janin mulai bisa mendengar, melihat, dan merasakan gerakan dari luar.

Memaknai Hikmah dari Tahap Awal Penciptaan Manusia

Proses penciptaan janin diawali dengan bertemunya sel sperma dan sel telur.

Namun ada hal menarik dalam proses penciptaan ini yang bisa kita maknai untuk semakin membesarkan Allah.

  • Saat ovum keluar dari tempatnya, ia ditemani oleh sel pelindung bernama sel folikel yang bertugas melindungi ovum. Ini bisa dimaknai sebagai suatu hikmah tersendiri, bahwa wanita keluar dianjurkan untuk ditemani mahram agar ada yang melindunginya.
  • Sel sperma melalui perjalanan panjang, berkejaran dan berlomba dengan sperma lain untuk pada akhirnya bisa menembus suatu lapisan pelindung sel telur. Ketika ia pada akhirnya berhasil menang dan menembusnya, sperma masih harus melalui perjalanan lagi. Sampai di titik ini, sel sperma kelelahan, kekuatannya untuk berlari menurun. Namun saat sudah semakin dekat dengan sel folikel, folikel tersebut mengeluarkan suatu zat kimia yang dinamakan kemo attractan, yang fungsinya untuk meneluarkan aroma tertentu untuk menarik sel sperma. Alhasil, ketika sel sperma menciumnya, ia langsung bertenaga lagi, dimampukan Allah berlari kencang lagi, karena adanya kemo attractan merupakan pertanda bahwa sel telur sudah semakin dekat.
  • Pasca sel telur dan sperma bertemu, keduanya bersatu padu, kemudian bergulir bersama dari tuba falopi menuju uterus. Mereka berpindah, tidak menetap di tempat awal. Suatu hikmah yang dapat dimaknai disini: bahwa sebaiknya, setelah menikah, suami dan istri tinggal tersendiri, hidup mandiri, tidak lagi menumpang di rumah orangtua.
Amalah Ibu Hamil saat Mengandung
  1. Jangan bersedih… be happy.

Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya bersandar pada pangkal pohon kurma, Maryam berkata “Wahai aduhai baikya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tak diperhatikan dan dilupakan.” Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.” (QS Maryam: 23-24)

Jangan pernah bersedih berkepanjangan selama periode kehamilan. Prenatal stress produces learning deficits associated with an inhibition of neurogenesis in the hippocampus.

  1. Tarbiyah/Pendidikan janin.

Apa saja? Seluruh pendidikan yang bisa menstimulasi hal positif bagi janin:

Dzikir, Tilawah, juga shalat awal waktu.

Kuncinya adalah pembiasaan.

Stimulus yang berulang dan terus menerus akan membuat sirkuit pada otak berisi memori dan rekaman. Rekaman ini membuat janin/bayi kelak merasa familiar, dan memiliki kecenderungan tinggi melakukan hal-hal apa yang familiar baginya.

Jika kita saat hamil terbiasa tilawah, maka kecenderungan untuk tilawah bagi anak kelak juga tinggi.

Di samping itu, riset menunjukkan bahwa suara tilawah ibu lebih berpengaruh dan lebih jelas terdengar dibandingkan murottal. Mengapa? Karena resonansi yang digetarkan mulut ibu tertransfer hingga diterima langsung oleh telinga & otak janin. Saat mengandung, ibu “satu tubuh” dengan janin.

Perbanyak tilawah sambil terus berupaya melaksanakan seluruh tugas lisan, tugas akal, dan tugas hati dari alquran.

Karena membaca quran yang benar adalah mengimplementasi ketiganya.

Tugas lisan adalah mengeluarkan huruf sesuai makhrojnya dan membacanya dengan tartil – Tugas akal adalah menafsirkan makna – Tugas hati adalah mengambil pelajaran dan hikam.

Demikian, Selamat melalui masa kehamilan dengan penuh amalan.

Semoga bermanfaat

Sumber: Sekolah Quran Ibu Hamil (SQIH) Malang – Angkatan I 2017

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s