Ilmu · Pregnancy · Sharing

Sekolah Quran Ibu Hamil #6: FIQIH KEHAMILAN

Fiqih Kehamilan
Pemateri: Usth. Etty

Ketika membahas Fiqh Kehamilan, maka kita membahas hukum yang berlaku hanya bagi wanita hamil.

NIFAS

Definisi nifas berbeda-beda menurut ijtihad imam madzhab. Berikut beberapa definisinya menurut masing-masing madzhab:

  • Menurut Syafi’iyah dan Hanafiyah: Darah yang keluar dari rahim setelah melahirkan
  • Menurut Hanabilah: Darah yang keluar dari rahim karena melahirkan
  • Menurut Malikiyah: Darah yang keluar dari rahim saat dan sesudah melahirkan

Atas perbedaan definisi ini, maka konsekuensinya, kewajiban menunaikan shalat juga berbeda-beda bergantung pada madzhab mana kita mengacu.

Sebagai contoh, kalau kita mengacu pada madzab Syafi’i bahwa Nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan, maka ketika proses melahirkan ada darah yang keluar, darah tersebut bukan dianggap darah Nifas sehingga kewajiban shalat tetap melekat pada diri kita. Begitu pula sebaliknya, jika kita mengacu pada madzhab Maliki bahwa Nifas adalah darah yang keluar saat dan setelah melahirkan, maka darah yang keluar saat proses melahirkan tersebut sudah dikategorikan sebagai darah Nifas dan kita sudah tidak diperbolehkan shalat lagi.

Masa Nifas

Tidak ada batas minimal masa nifas. Tetapi batas maksimalnya menurut jumhur ulama adalah 40 hari. Sekali lagi, ini adalah batas maksimal menurut jumhur ulama. Beberapa ulama menuturkan bahwa batas maksimal nifas bisa sampai dengan 60 hari.

Terkait hal ini, kita akan mengambil pendapat yang paling rajih (kuat) yakni maksimal 40 hari.

Lalu bagaimana kalau belum 40 hari namun darah sudah berhenti? Yang perlu diketahui (khususnya bagi wanita yang baru mengalami nifas pertama kali) karakter darah nifas berbeda dengan karakter darah haid. Karakter darah haid adalah keluar secara kontinyu dan tanpa putus dalam suatu periode tertentu (misalnya satu minggu) hingga akhirnya semakin sedikit dan berhenti, sedangkan karakter darah nifas tidak seperti itu. Darah nifas bisa berhenti selama beberapa waktu, untuk kemudian keluar lagi. Berhenti lagi untuk kemudian keluar lagi. Begitu seterusnya hingga 40 hari.

Lalu apa yang kita lakukan jika darah sudah berhenti pada saat belum genap 40 hari? Jika hal tersebut terjadi, hal yang pertama kali harus muslimah lakukan adalah menunggu kurang lebih 1×24 jam untuk memastikan apakah darah benar-benar sudah tidak keluar.  Jika dalam kurun waktu tersebut sudah tidak keluar, silakan untuk bersuci. Namun hal ini tetap tidak menutup kemungkinan untuk darah keluar lagi, jadi tetaplah bersiap diri.

Sebagai catatan, untuk hubungan suami istri, sebelum 40 hari dianjurkan agar tidak dilakukan dahulu. Hal ini karena dikhawatirkan meski darah sudah berhenti, tiba-tiba keluar lagi. Peluang untuk darah nifas itu masih ada. Sehingga anjuran ini disampaikan untuk menghindari madhorot yang mungkin timbul. Allaahu a’lam bish shawab.

Yang tidak diberpolehkan bagi wanita nifas/haid:

  • Shalat
  • Puasa/shiyam
  • Jima’

Yang diperselisihkan bagi wanita nifas/haid:

  • Membawa/memegang mushaf (Lafal “laa yamassuhu illa muthohharuun” dalam alquran diperselisihkan. Ada yang menafsirkan bahwa lafal tersebut adalah para malaikat. Silakan kaji lebih lanjut)
  • Membaca quran (hadits yang menerangkan terkait wanita hamil yang dilarang membaca alquran: hadist dhaif)
  • Berdiam di masjid
KEGUGURAN

Jika keguguran dan mengeluarkan darah setelahnya, maka:

  • Jika janin belum terbentuk = hukumnya istihadhoh -> wajib shalat
  • Jika janin sudah terbentuk = hukumnya nifas -> dilarang shalat

Parameter janin terbentuk: misal, calon kaki, calon tangan, dan seterusnya. Jadi tidak mutlak diartikan harus sudah terbentuk lengkap sebagai satu organ sempurna.

PUASA IBU HAMIL

Pada prinsipnya, ibu hamil memiliki kewajiban puasa sebagaimana muslimah lain, dan ibu hamil berpuasa seperti muslimah lain. Namun Allah memberikan rukhsoh, jika terdapat kekhawatiran terhadap dirinya/janinnya, maka diperbolehkan tidak berpuasa.

Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla meringankan setengah shalat untuk musafir dan meringankan puasa bagi musafir, wanita hamil dan menyusui.” (HR. An Nasai No. 2275).

Berikut aturan penggantian shaum bagi ibu hamil yang tidak melaksanakan puasa Ramadhan:

  1. Menurut Imam Hanafi: Qodho puasa di hari lain
  2. Menurut Imam Syafi’i: Jika khawatir akan janin saja: qodho dan fidyah. Jika khawatir dirinya saja atau dirinya sekaligus janinnya: qodho saja
  3. Menurut Ibnu Umar dan Ibnu Abbas: Jika khawatir atas diri dan anaknya maka diperbolehkan tidak puasa dan tidak mengganti. Wajib membayar fidyah (saja).

Dan yang terakhir inilah yang (entah mengapa) paling banyak diambil pendapatnya di Negara kita.

Dasar dari ijtihad ini diambil dari alquran QS Al Baqarah: 184 sebagaimana berikut: “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin” kemudian diqiyaskankan kesana, padahal sejatinya tafsir ayat tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi:

  • Orang yang sudah tua renta yang sudah sangat lemah
  • Orang yang sakit keras sehingga tidak ada lagi harapan hidup.

Selanjutnya, terkait qodho puasa. Bagaimana jika lupa jumlah puasa yang hendak diqodho?

Al insaanu makanul khotho’ wannisyaan. Manusia tempatnya salah dan lupa. Jika ada diantara kita yang lupa jumlahnya, maka perlakukannya adalah seperti saat lupa jumlah rakaat yang dilakukan dalam shalat. Ambil rakaat yang paling sedikit. Maka puasa juga seperti itu. Ambil hari yang paling sedikit.

Misalnya, jika ragu sudah bayar 4 hari atau 5 hari, maka yang diambil adalah yang 4 hari.. jangan sampai mengambil yang 5 hari, karena jika ini dilakukan, yang terjadi adalah KURANG.

Maka saran bagi para ibu hamil/menyusui yang hendak mengqodho puasa, disarankan untuk mencatat hari yang telah diqodho agar tidak terjadi kesilapan. Saran lainnya adalah dengan memberikan tanda di kalender agar memudahkan.

Demikian, semoga bemanfaat.

Sumber: Sekolah Quran Ibu Hamil (SQIH) Malang – Angkatan I

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s