Ilmu · Pregnancy · Sharing

Sekolah Quran Ibu Hamil #7 : GIZI IBU HAMIL

Gizi Ibu Hamil

Pemateri: Catur Saptaning Wilujeng, S.Gz., M.PH.

Jpeg

 

Hal pertama yang harus kita ketahui pada awal kehamilan untuk memenuhi gizi selama hamil adalah menentukan berada di kategori mana Body Mass Index kita: underweight, normal, atau overweight. Hal ini untuk menentukan berapa kenaikan berat badan yang diperlukan untuk mencapai pertambahan berat badan ideal selama hamil.

Berikut cara menghitung BMI:

BMI = Berat Badan (kg) / Tinggi Badan *kuadrat* (m).

Berikut klasifikasi Body Mass Index:

BMI di bawah 19,8 -> Rendah

BMI 19,8 – 26 -> Normal

BMI 26,1 – 29 -> Tinggi

BMI di atas 29,1 -> Obesitas

Sebagai contoh, Diah dengan Berat Badan 52 kg dan Tinggi Badan 1,6 m.

Maka perhitungan BMI adalah = 52 kg / 2.56 = 20,51 –> BMI Normal

Setelah mengetahui kategori BMI, selanjutnya Ibu hamil harus menentukan berapa kenaikan berat badan yang dibutuhkan untuk mencapai berat badan ideal selama hamil.

Berikut tabel pertambahan berat badan yang diperlukan.

Jpeg
Tabel 1 Pertambahan Berat Badan Hamil menurut World Health Organization
Jpeg
Tabel 2. Pertambahan Berat Badan Hamil menurut Departemen Kesehatan

Catatan :

  • Tabel 1 dari WHO merupakan tabel untuk berbagai ras di dunia.
  • Tabel 2 dari Departemen Kesehatan merupakan tabel yang telah disesuaikan dengan Ras Melayu khususnya Indonesia.

Sebagai contoh untuk BMI Normal, maka pertambahan Berat Badan yang diperlukan selama hamil total harus menjadi 11,4kg – 15,9 kg dengan pertambahan tiap pekannya kurang lebih 0,4kg. Ini penting agar berat badan tidak terlalu berlebihan sekaligus agar tidak terlalu minimal.

Energi dan macronutrient yang dibutuhkan selama kehamilan meningkat. Seperti lemak, protein, dan karbohidrat. Micronutrient yang dibutuhkan juga meningkat, misalnya asam folat, DHA, kalsium, dan zat besi.

Jpeg
Tabel 3. Kebutuhan Energi dan Zat Gizi Selama Hamil

 

Cara menyusun Menu bagi Ibu Hamil

Berikut contoh cara menyusun menu bagi ibu hamil:

JpegJpegJpegJpegJpeg

Nah, tapi yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan kalori yang meningkat selama kehamilan bukan berarti pembenaran bahwa kita bisa mengkonsumsi apapun yang kita inginkan tanpa batasan.

Kebutuhan lemak misalnya.

1 tempe goreng, jika diperas minyaknya sebenarnya bisa setengah sendok, atau kurang lebih 100 kkal. Belum nasi, lauk lainnya, makanan di pagi, siang, dan sore. Ini sudah porsi kalori yang tinggi. Padahal pertambahan kalori kita selama hamil dalam sehari hanya 300 kkal. Dan ini tidak banyak. Maka kurangi yang sifatnya digoreng sebab ia tidak sehat. Kebutuhan lemak memang meningkat, tetapi dari suplemen dokter yang diberikan sudah cukup, juga dari susu, telur, dan makanan lainnya

Upayakan selalu makan sehat, kurangi lemak tak baik. Variasikan berbagai jenis makanan. Selain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ibu dan janin, ini penting sebagai bentuk memperkenalkan rasa pada janin.

Demikian, semoga bermanfaat.

Sumber: Sekolah Quran Ibu Hamil (SQIH) Malang – Angkatan I

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s