Ilmu · Pregnancy · Sharing

Sekolah Quran Ibu Hamil #9: SYAHADAT JANIN

Syahadat Janin
Oleh: Ust. Ahmad Jalaluddin
  • Sebelum memerintahkan anak untuk berbakti kepada orangtua, Allah terlebih dahulu telah meminta orangtua untuk berbakti kepada anaknya.
  • Tahapan berbakti ke anak adalah sebagaimana berikut: Memilihkan ayah/ibu terbaik bagi mereka dengan cara memilih pasangan hidup yang shalih -> Memilihkan nama terbaik untuk anak -> Mengajarkan alquran
  • Seperti sebuah kisah di zaman Amirul Mukminin, Umar ibn Khattab. Pada suatu hari, datang seorang lelaki menemui Umar untuk mengadukan anaknya. Ia mengadu bahwa anaknya telah mendurhakainya. Maka Umar pun segera memanggil anak tersebut dengan maksud menegurnya. Ketika anak tersebut datang, Umar melayangkan teguran padanya. Sang anak malah balik bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, bukankah anak memiliki hak atas orang tuanya?”. “Benar” jawab Umar. “Apa hak anak?” sambung si anak tadi. “Dipilihkan calon ibu yang baik untuknya, diberikan nama yang baik, dan diajari Alquran” jawab Umar. “Wahai Amirul Mukminin, Ayahku tidak melakukan satu pun dari apa yang engkau sebutkan itu. Ibuku wanita berkulit hitam bekas budak beragama Majusi. Ia menamakanku Ju’lan (tikus/curut), dan ia tidak mengajariku satu huruf pun dari Alquran.” Kata anak itu. Mendengar hal itu, Umar balik memandang marah pada ayah si anak. Umar berkata “Engkau datang mengadukan kedurhakaan anakmu, padahal engkau telah durhaka kepadanya sebelum ia mendurhakaimu.”
  • Semua manusia saat di alam rahim telah bersyahadat.
  • Meski orangtuanya majusi, nashrani, atau yahudi, semua manusia telah bersyahadat sebagai seorang muslim ketika di alam rahim. “Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang belakang anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka seraya berfirman “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau) Tuhan kami, kami bersaksi.” Demikian kami lakukan yang demikian itu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap hal ini.” Atau agar kamu mengatakan “Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang terdahulu yang sesat?” (Q.S. Al A’raf: 172-173)
  • Yang menjadi poin: tidak selalu ketika dilahirkan ke dunia ia menjadi seorang muslim, dan lebih tidak menjamin lagi pada hari kematiannya.
  • Lebih lengkapnya, silakan baca Tafsir Ibnu Katsir atas penafsiran Al A’raf ayat 172 dan 173 di atas.
  • Syahadat yang telah diucapkan oleh janin harus dijaga. Siapa yang bertanggung jawab atas hal ini? Orangtuanya.
  • Bagaimana cara menjaga syahadat janin? Dengan cara secara konsisten mengajarkan alquran dan hikmah.
  • Berikut ini bagaimana para ibu dari ulama berupaya menjaga syahadat janin:
  • Ibu Maryam (Istri Imran) : Bernadzar kepada Allah
  • Ibu Ibnu Mubarak : Salih, wara’, menjaga apa yang dimakan
  • Ibu Muhammad Al Fatih : Ahli zuhud, cinta ilmu, dermawan
  • Ibu Said Nursi : Senantiasa menjaga wudhu
  • Sebelum menjaga syahadat janin, orangtua harus bisa menjaga syahadat diri sendiri terlebih dulu.
  • Tambahan saat sesi tanya-jawab: Kapankah kita bersyahadat sebenarnya? Apakah kita (manusia dewasa) perlu bersyahadat kembali untuk memperbarui di masa dewasa ini? –sebagaimana non muslim yang mualaf bersyahadat- Jawaban: Pada dasarnya, ketika lahir sampai dengan aqil baligh adalah periode dimana secara otomat kita menjadi manusia muslim karena tanggung jawab tersebut ada di pundak orangtua. Syahadat sudah secara jelas dilafalkan saat di janin serta saat shalat kita 5 (lima) kali dalam sehari. Itulah mengapa Allah memerintahkan orangtua untuk mendidik anaknya shalat di umur 7 dan 10 tahun melekat dengan hukuman pukulnya. Sedangkan untuk kasus non muslim di atas usia akil baligh saat masuk islam ia bersyahadat, maka ini kaitannya lebih kepada pelaksanaan hukum yang melekat atas perubahan status agama (misal hukum warisan, cara menguburkan ketika wafat kelak, dll) serta sebagai bentuk pemberitahuan kepada masyarakat. Allaahu a’lam bish shawab.
  • Demikian, Selamat berikhtiar menjaga syahadat janin dan berupaya memahami kalimah Allah.

Semoga bermanfaat

Sumber: Sekolah Quran Ibu Hamil (SQIH) Malang – Angkatan I

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s