Ilmu · Pregnancy · Sharing

Sekolah Quran Ibu Hamil #12: STIMULASI JANIN

STIMULASI JANIN
Oleh: dr. Kusuma Andriyani, Sp.OG.

 Jpeg

  • Input yang dihasilkan saat hamil akan memberikan output yang nyata bagi anak kelak.
  • Berhati-hati terkait input yang diberikan pada masa hamil.
  • Janin membutuhkan rangsangan yang baik agar menghasilkan output yang baik. Apakah itu? Stimulasi, memori, asupan nutrisi, emosi positif, dan visi.
  • Sesungguhnya sebaik-baik stimulasi adalah stimulasi alquran serta penanaman tauhid dan akhlaq
  • Perkembangan sel otak (neuron) dibentuk sejak bulan pertama kehamilan. Neuron yang terbentuk saat bayi lahir nanti berjumlah sekitar 100juta sel dan tidak akan bertambah saat lahir.
  • Pada otak terdapat bagian-bagian tertenu: bagian language, motoric, logic, sensory, vision, dan seterusnya.
  • Rangsangan yang kita lakukan kepada anak sejak hamil akan membentuk makin banyak koneksi pada sel otak. Kita biasa menyebutnya sinapsis (jembatan sel otak).
  • Tiap sel otak mampu membentuk 15.000 sinapsis. Sinapsis ini terbentuk dari berbagai input yang kita lakukan: suara, rangsangan, cerita. Banyaknya jumlah sinapsis dipengaruhi oleh lingkungannya.
  • Jumlah sel otak selalu tetap, tetapi jumlah sinapsis (koneksi sel otak) terus tumbuh dan bertambah.
  • Ada sebuah cerita riil. Suami seorang doktor (S3) yang istrinya sedang menempuh pendidikan doktor melahirkan anak dalam keadaan baik. Seiring waktu, diketahui anaknya ternyata mengidap penyakit kejiwaan. Setelah dipelajari ternyata diketahui sang ayah dan ibu terlalu banyak berkegiatan hingga tidak memiliki waktu mengurus anaknya. Sang anak kemudian diserahkan kepada pengasuhnya, yang setelah diketahui ternyata sang pengasuh mengasuhnya dengan metode pendiaman. Ini ia terapkan hingga bertahun tahun. Si pengasuh berupaya agar si anak hanya diam sepanjang waktu, dengan cara apapun: memberi gadget, menyuruh diam jika mulai berbicara, dan seterusnya.
  • Setelah dilakukan diagnosa kecil-kecilan, diketahui kemungkinan penyebab sakit pada sang anak adalah karena jembatan sel otaknya tidak terhubung. Memang hal itu dimungkinkan bukan faktor utama. Tapi berkaca dari hal ini, mari kita tetap ambil pembelajaran: terus berikan anak stimulus. Ajak anak bicara, bersuara, dan bercerita.
  • Ada sebuah prinsip: USE IT OR LOSE IT.
  • Use it or lose it: Hal-hal yang tidak digunakan akan direduksi, dan hal-hal yang digunakan akan terus berkembang. Selalu bentuk sinapsis dengan banyak belajar dan mengajarkan anak-anak.
  • Otak berkembang cepat dengan belajar berbagai macam skill.
  • Salah satu cara mengurangi kepikunan=bercerita.
  • Tingkah laku dan perkembangan otak saling berhubungan, bergantung interaksi dari banyak faktor: genetik, pengalaman, hubungan, kesehatan, dan nutrisi.
  • Kualitas hubungan dengan anak di tiga tahun pertama memberi dampak mendalam dan lebih lama -> otak membangun lebih banyak koneksi/sinapsis.
  • Terkait dengan hal itu, maka manfaatkanlah masa 3 tahun pertama sebaik-baiknya. Berikan hal mendasar tentang aspek kehidupan: AQIDAH.
  • Perhatikan jendela waktu sebagaimana gambar di bawah. Jika waktu terlewati, maka akan sulit melaluinya kembali.

Jpeg

  • Jangan berikan gadget. Sebuah penelitian mengatakan bahwa gadget lebih adiktif dibanding narkoba. Be aware.
  • Jangan berikan bahasa yang salah ke anak, bahasa yang kita buat-buat sendiri. Contoh: sakit dibahasakan atit, jatuh dibahasakan atuh. Mengapa? Agar anak terus mengenali bagaimana bahasa yang benar. Basic vocabulary terbentuk di usia 2 tahun.
  • Pengalaman yang berbahaya:

Jpeg

  • Poin pertama di atas (Pola asuh yang serba boleh) ini penting, agar anak tahu mana yang baik/tidak, mana yang boleh/tidak. Contohnya: masuk kamar orang tua harus izin, tidak boleh kenyot jempol, dan seterusnya.
  • Poin ketiga (Ancaman Fisik) berbahaya karena hal ini akan sangat terekam dalam memori jangka panjang anak, begitu juga poin ke empat (Menonton Kekerasan), si anak berpotensi meniru.
  • Poin kelima (Stress yang sering, dini, dan intens) dapat menyebabkan -> produksi hormone kortisol -> perlambatan kognisi
  • “Apa yang harus distimulasi?”

Jpeg

  • Touch. Ajak ayah juga untuk membentuk emosi bayi. Bayi akan tahu bahwa ia disayangi. Jpeg
  • Taste. Jangan membatasi rasa. Agar ia punya memori terhadap berbagai rasa. Upayakan rasa yang bervariasi. Jika hamil tidak suka makan buah, kemungkinan sang anak akan sangat pemilih terhadap buah. Jpeg
  • Smell. Bau menjadi hal yang spesifik bagi bayi. Ingatkah tentang cerita bayi Musa A.S. yang dialirkan ibunya ke sungai dan ditemukan oleh Asiah, Isteri Firaun. Firaun kemudian mencarikan ibu susu bagi Musa dan tidak ada seorang ibu susu pun yang Musa mau. Hingga akhirnya ibu Musa datang, dan bayi Musa bersegera mau menyusui. Musa tidak mau kepada siapapun selain pada ibunya sendiri. Ini ada penjelasan logisnya. Bahwa bau dan aroma tubuh ibu Musa, sudah dikenali dan spesifik oleh bayi Musa.Jpeg
  • Hearing. Respon yang baik dari bayi adalah dengan gerakan yang lembut. Bacakan tilawah. Berikan suara tilawah yang berbeda dari para Qari’. Beda suara = beda frekuensi. Suara yang terus menerus sama akan diabaikan oleh otak.JpegJpeg
  • Sight.Jpeg
  • Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia mememberimu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” (QS An Nahl: 78).
  • Dan sungguh, akan Kami isi neraka jahannam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat, dan mereka memiliki telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengarkan ayat-ayat Allah. Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” (QS Al A’raf: 179)
  • Sebagaimana alquran menerangkan… Anak mempunyai kemampuan melihat. tetapi tugas ibu untuk membantunya mengetahui hal yang dilihat.
  • Anak mempunyai kemampuan mendengar, tetapi tergantung ibu apakah diberi kesempatan mengembangkan ketrampilan mendengar
  • Anak mempunyai tangan dan mata.. tetapi tugas Ibu memberinya pengalaman agar mata dan tangan dapat bekerja sama
  • Anak mempunyai kemampuan berbicara.. tetapi Ibu memberinya pengalaman untuk bercerita.

Demikian. Semoga bermanfaat.

Sumber: Sekolah Quran Ibu Hamil (SQIH) Malang – Angkatan I

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s