Ilmu · Pregnancy · Sharing

Sekolah Quran Ibu Hamil #13: Persiapan Menjadi Madrasatul Ula bagi Anak

PERSIAPAN MENJADI MADRASATUL ULA BAGI ANAK
Oleh: Ust. Dwi Aprianto
  • Mendidik anak dimulai sejak sebelum menikah
  • Pendidikan anak sebelum menikah dilakukan dengan cara memilihkan ayah/ibu terbaik bagi anak-anak kelak
  • Jangan pernah terlewat untuk berdoa ketika hendak melakukan jima’ dengan pasangan sah kita. Ini adalah upaya untuk menghindarkan nutfah syaitan ikut masuk dalam pembentukan janin. Allahumma jannibnasyaithaan wa jannibisyaithaani maa rozaqtanaa.
  • Bermacam-macam kerusakan mulai muncul pada generasi muda saat ini. Perhatikan di jalan-jalan. Engkau akan menemui mereka dengan bangga memproklamirkan diri sebagai GAT – Generasi Anti Tuhan, OBLO – Organisasi Bocah Lali Omah, dan banyak lagi. Maha suci Allah dari hal buruk tersebut. Mengapa ini terjadi? Generasi rusak zaman ini diawali dari para orangtua yang dulunya lalai membaca doa berjima’.
  • Di Jakarta juga ada Komunitas Gerakan Anti Hamil. Naudzubillah. Padahal jihad terbesar wanita adalah saat hamil dan melahirkan.
  • Banyak-banyak shalat selama hamil. Mumpung masih full time 9 bulan suci.
  • Sering perdengarkan alquran, sering baca alquran.
  • Ibu hamil diberikan rukhsoh untuk tidak berpuasa. Tetapi perhatikan bahwa wanita-wanita kuat tetap berpuasa.
  • Ini sebagaimana yang dilakukan oleh Ummu Aiman, ibu susu Rasulullah sebelum Halimah Sa’diyah. Saat itu tanah Arab sedang sangat terik dan panas. Beliau yang hamil sedang dalam perjalanan panjang hijrah dan melewati padang tandus yang gersang. Namun saat itu beliau berjuang tetap berpuasa, meski rukhsoh itu ada. Hingga membuat para malaikat takjub. Maka saat di penghujung sore, saat beliau kelelahan luar biasa, saat beliau hampir pingsan karena menahan lemah dan dahaga, tepat setelah waktu maghrib tiba dan tidak ada bahan makanan ataupun minuman yang tersisa dalam rombongan perjalanan, tiba-tiba muncullah seember air dari langit. Sungguh seember air itu turun dari langit. Diturunkan oleh Allah khusus untuknya yang telah bersusah payah berpuasa dalam keadaan safar, panas terik, sekaligus hamil. MasyaaAllah. Pada akhirnya, di hari kemudian Ummu Aiman melahirkan seorang Usamah ibn Zaid. Lelaki tangguh yang pada usia 17 tahun telah menjadi panglima perang termuda dan berhasil menaklukan Roma.
  • Dan begitulah. Ibu singa, maka anaknya juga singa. Jika ingin anak anda menjadi singa kelak, jadilah anda singa terlebih dahulu.
  • Anak anda saat ini terpaut langsung dengan anda. Maka ajarkanlah ia kebaikan pada saat ini.
  • Saat melahirkan nanti, perdengarkan adzan dan iqamah di telinganya, sebagaimana telah banyak diajarkan
  • Lakukan tahnik oleh sang Ayah. Kunyahkan kurma lalu tempelkan di bibir bayi.
  • 3 (tiga) tahun pertama usia anak membentuk 70% karakter anak. Baik buruknya anak dibentuk di usia ini.
  • Jangan perkenalkan anak dengan gadget sedari dini. Ini karena gadget dapat merusak sinapsis sel otak sehingga masa tumbuh kembangnya dihancurkan dari sana.
  • Ajari anak untuk shalat sejak dini. Ajari anak untuk bersujud sejak dini. Meski anak kita laki-laki, taka apa jika kita yang mengimami terlebih dahulu.
  • Ini seperti yang dilakukan oleh Almh. Yoyoh Yusroh. “Kekuatan saya adalah tahajud dan alquran”, tuturnya. Beliau terbiasa qiyam lail dan kemudian mengajak dan menciumi anak-anaknya untuk ikut tahajjud
  • Tidak akan pernah sama tangisan seorang ibu dengan tangisan seorang pengasuh. Maka jangan pernah titipkan anak pada orang bayaran. Mensubkontrakkan anak. Bukankah anak adalah titipan Allah langsung?
  • Jika ingin anak-anak kita shalih, ikuti pesan Allah yang ada pada surah Al Kahfi: 82. Sesungguhnya shalih di hari ini akan menurun hingga tujuh generasi nanti. Allah yang menjamin.
  • Dahulukan urusan akhirat untuk anak, sebelum mendoakan urusan dunia.
  • Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahMu yang dihormati, yang demikian itu agar mereka melaksanakan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” (QS Ibrahim: 37), salah satu doa untuk anak kita. Inilah doa saat Ibrahim meninggalkan Siti Hajar.
  • Pondasi paling penting bagi anak kita -> AKHLAQ. Dengan akhlak anak kita akan dicintai orang lain. Darinya akan menjadi wasilah untuk dapat mengajarkan kebenaran islam kepada orang lain. Bayangkan, jika seseorang rajin shalat tapi susah senyum. Maka tanamkan pondasi akhlak pada anak dengan sekuat tenaga.
  • Perlakukan orang tua dengan baik dan mulia. Bagaimana kamu memperlakukan orangtuamu, seperti itulah kamu akan diperlakukan oleh anak-anakmu.
  • Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebaikan yang Engkau ridhai, serta berilah kebaikan kepadaku sampai kepada anak cucuku. Sungguh aku bertaubat kepada Engkau, dan sungguh aku adalah termasuk orang muslim.” (QS. Al Ahqaf:15) Inilah doa untuk selalu mensyukuri nikmat-nikmat Allah, sekaligus doa untuk memohon kebaikan pada diri dan anak keturunan.
  • Terus perbaiki diri untuk memperbaiki anak keturunan.
  • PR kita untuk anak-anak banyak. Maknai dan tancapkan di dada berbagai do’a dalam Alquran.
  • Ibu adalah Sekolah Peradaban.. Selamat berjuang membentuk Peradaban.

Demikian, semoga bermanfaat.

Sumber: Sekolah Quran Ibu Hamil (SQIH) Malang – Angkatan I

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s